Pengunjung Online

Kami memiliki 4 tamu dan tidak ada anggota online

Kunjungan Web

000138717
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Akhir minggu
Bulan ini
Akhir bulan
Total
53
270
914
1179
3903
4188
138717

Perkiraan
144

37.45%
18.57%
9.85%
1.01%
0.33%
32.79%
Online (15 menit yll):4
4 pengunjung
tidak ada anggota

IP Anda:23.20.96.7

Web Link

 

 

Peraturan Akademik

KEPUTUSAN

REKTOR UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG

Nomor: 2/327/SK/K.10.01/Il/-2007
Tentang
Peraturan Akademik Bidang Pendidikan Program Pasca Sarana (Strata 2), Sarjana
(Strata 1) dan Program Diploma 3 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Menimbang

 

:

a.  bahwa peraturan Akademik Program Pasca Sarjana, Sarjana dan Diploma perlu adanya perubahan, penyempurnaan dan atau perbaikan;

 

 

b. bahwa hasil perubahan, penyempurnaan dan perbaikan Peraturan Akademik Program Pasca Sarjana, Sarjana dan Diploma Universitas 17 Agustus 1945 Semarang perlu ditetapkan dengan Surat keputusan rektor.

Mengingat

 

:

1. Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

 

 

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 60 tahun 1999 tentang Perguruan Tinggi.

 

 

3. Statuta Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

 

 

4. Rencana Induk Pengembangan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang tahun 2005 – 2010.

Memperhatikan

 

:

1.  Keputusan Mendiknas Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Ind Pendidikan Tinggi

 

 

2.  Keputusan Mendiknas Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

 

 

 

Menetapkan

 

 

 

 

:

 

 

 

MEMUTUSKAN

 

SURAT KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG TENTANG PERATURAN AKADEMIK BIDANG PENDIDIKAN PROGRAM PASCA SARJANA, SARJANA DAN PROGRAM DIPLOMA 3 UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG.

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Pengertian

Yang dimaksud dengan :

  1. Pendidikan akademik adalah pendidikan yang diarahkan terutama pads penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian serta pengembangannya
  2. Program pasta sadana reguler adalah program pendidikan akademik setelah pendidikan sarjana (strata 1), yang memiliki beban studi sekurang-kurangnya 45 SKS dan sebanyak-banyaknya 60 SKS yang dijadwalkan untuk empat semeter dan ditempuh dalam waktu paling cepat 4 semester dan paling lama 8 semester.
  3. Program sarjana reguler ( strata – 1 - S 1) adalah program pendidikan akademik setelah pendidikan menengah, yang memiliki beban studi sekurang­kurangnya 144 SKS dan sebanyak-banyaknya 160 SKS yang dijadwalkan untuk 8 semeter dan ditempuh dalam waktu paling cepat 8 semester dan paling lama 14 semester
  4. Program Sarjana (S1) ekstensi adalah program sarjana (S1) yang diselenggarakan dengan cara menerima lulusan dari pendidikan menengah atas dan atau program D III dan atau sarjana muda dan atau program sarjana yang telah mendapatkan 110 SKS, dengan masa studi maksimal 14 semester untuk kelulusan pendidikan menengah atas dan 10 semester untuk lulusan program D III dan atau sarjana muda. (5) Pendidikan profesional adalah pendidikan yang diarahkan terutama pad a kesiapan penerapan keahlian tertentu.
  5. Program Diploma III (D III) adalah program pendidikan profesional setelah pendidikan menengah, yang memiliki beban studi sekurang-kurangnya 110 SKS dan sebanyaknya­banyaknya 120 SKS, yang dijadwalkan untuk 6 semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurang-kurangnya 6 semester paling lama 10 semester.
  6. Program studi adalah kesatuan rencana belajar sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan akademik dan atau profesional yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum serta ditujukan agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan sasaran kurikulum.
  7. Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.
  8. Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas­tugas di bidang pekerjaan tertentu.
  9. Kompetensi hasil didik suatu program studi terdiri atas:'

             a. kompetensi utama;
             b. kompetensi pendukung;
             c. kompetensi lain yang bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama.

  1. (11)    Kurikulum  inti  merupakan penciri dari kompetensi utama suatu program studi.
  2. Kurikulum inti suatu program studi bersifat :
  3. a. dasar untuk mencapai kompetensi lulusan;
  4. b. acuan baku minimal mutu penyelenggaraan program studi;
  5. c. berlaku secara nasional dan internasional;
  6. d. lentur dan akomodatif terhadap perubahan yang sangat cepat dimasa datang;
  7. e. kesepakatan bersama antara kalangan perguruan tinggi, masyarakat profesi dan pengguna lulusan.
  8. (12)    Kurikulum institusi merupakan sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi.
  9. (13)    Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  10. (14)    Kelompok Matakuliah Keilmuan dan ketrampilan (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu.
  11. (15)   Kelompok Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.
  12. (14)    Kelompok Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.
  13. (15)     Kelompok  Mata  kuliah Berkehidupan  Bermasyarakat   (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.
  14. (16)  Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan Satuan Kredit Semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban ke_a d_gen, pengalaman belajar dan beban penyelenggaraan program.
  15. (17)   Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas minimal 16 minggu.
  16. (18)    Semestersisipan/pendek adalah kegiatan akademik yang diselenggarakan antara semester genap dan semester gasal atau sebaliknya yang ekivalen dengan semester genap dan semester gasal sesuai dengan pengertian Satuan Kredit Semester (SKS)
  17. (19)    Satu Satuan Kredit Semester, selanjutnya disebut satu SKS adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan per minggu sebanyak 50 menit tatap muka terJadwal (perkuliahan), 60 menit kegiatan terstruktur dan 60 menit kegiatan mandiri, atau 100 menit praktikum, atau 240 menit kerja lapangan.
  18. (20)    Indeks Prestasi (IP) adalah ukuran kemampuan mahasiswa yang dapat dihitung berdasarkan jumlah SKS matakuliah yang diambil dikalikan dengan nilai bobot masing-masing mata kuliah dibagi dengan jumlah seluruh SKS matakuliah yang di ambil pada semester tersebut.
  19. Dalam Rumus dinyatakan: LKN

LK

  1. K = SKS yang diambil N = nilai bobot
  2. (23)   Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah ukuran kemampuan mahasiswa sampai pada periode waktu tertentu yang dapat dihitung berdasarkan jumlah SKS mata kuliah yang diambil sampai pada peri ode tertentu dikalikan dengan nilai bobot masing-masing mata kuliah dibagi dengan jumlah seluruh SKS matakuliah yang diambil. dalam rumus dinyatakan seperti pada butir 22.
  3. (24)   Kartu Rencana Studi (KRS) adalah kartu yang berisi rencana pengambilan mata kuliah pad a semester berjalan yang akan ditempuh. .
  4. (25)   Kartu Hasil Studi (KHS) adalah kartu yang memuat nilai-nilai Matakuliah, Indeks Prestasi pad a semester berjalan dan perolehan seluruh SKS yang telah dikumpulkan serta Indeks Prestasi Kumulatif.
  5. (26)   Dosen adalah tenaga pendidik pada perguruan tinggi yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar. Dosen terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap.
  6. (27)   Dosen wali adalah dosen tetap yang diserahi tugas untuk memberikan pertimbangan, petunjuk, nasihat, dan persetujuan kepada sejumlah mahasiswa bimbingannya dalam menentukan matakuliah dalam rencana studinya, jumlah kredit yang akan diambil, ujian dan skripsi/tugas akhir.
  7. (28)    Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi.
  8. (29) a. Registrasi administratif adalah suatu kegiatan yang  dilakukan oleh mahasiswa  untuk memperoleh Status terdaftar.
  9. b. Registrasi akademik merupakan kegiatan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta kuliah, praktikum, ujian dan atau kegiatan akademik lainnya yang ditawarkan pada semester yang bersangkutan.
  10. (30)    Mutasi  mahasiswa  adalah  perubahan  status mahasiswa yang. berkaitan dengan registrasi administratif maupun akademik meliputi pindah studi, putus kuliah, cuti akademik, aktif kembali, tidak melaport meninggal dunia, dah proses wisuda.
  11. (31)     Cuti akademik atau penghentian studi sementara adalah hak mahasiswa untuk berhenti sementara tidak mengikuti segala bentuk kegiatan akademik dengan ijin Rektor secara resmi dalam tenggang waktu tertentu.

Dual program adalah suatu program penyelengaraan .

pendidikan tinggi yang dilaksanakan berdasarkan kerjasama antar fakultas atau dengan PT lain di dalam negeri/asing dengan tujuan untuk penyetaraan atau pengakuan program. Status ganda adalah kedudukan seorang mahasiswa dalam suatu kurun waktu tertentu, memiliki status terdaftar sebagai mahasiswa pad a 2 atau lebih program studi reguler di perguruan tinggi negeri, kecuali mahasiswa yang mengikuti dual program.

a. Gelar akademik adalah gelar yang diberikan kepada lulusan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik.

b. Sebutan profestonal adalah sebutan yang diberikan kepada lulusan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesional.

(32)    Upacara Wisuda adalah salah satu bentuk upacara akademik dan merupakan tradisi akademik yang diselenggarakan dalam forum rapat senat terbuka universitas guna melantik lulusan yang telah menyelesaikan studinya.

(33)    Pelanggaran dalam penyelenggaraan pendidikan adalah perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan peraturan atau ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam bidang penyelengaraan pendidikan tinggi.

(34)    Sanksi adalah tindakan hukuman yang dikenakan terhadap mahasiswa, dosen dat1 atau administrasi yang melakukan pelanggaran dalam penyelenggaraan pendidikan.

 

 

BAB II REGISTRASI

 

Pasal 2

Status Sebagai Mahasiswa

 

Seseorang dinyatakan memiliki status terdaftar sebagai mahasiswa UNTAG, apabila yang bersangkutan telah melakukan registrasi administratif.

(1)    Registrasi administrtis merupakan prasyarat untuik registrasi akademik. Mahasiswa UNT AG dilarang memiliki status ganda dalam kurun waktu kegiatan akademik yang sarna pad a program studt reguler dilingkungan UNT AG ataupun berstatus ganda sebagai mahasiwa UNTAG dan perguruan tinggi lain, kecuali yang mengikuti dual program yang diselenggarakan oleh UNTAG.

(2) Mahasiswa UNTAG yang diketahui status ganda diwajibkan memilih salah satu fakultas/jurusan/program studi secara                                                             tertulis kepada Rektor.      .

(3)    Apabila salama 1 (satu) semester sejak diketahuinya status ganda tersebut mahasiswa yang bersangkutan belum menyatakan pilihannya, maka universitas menetapkan mahasiswa yang bersangkuatn kehilangan statusnya sebagai mahasiswa UNTAG.

 

Pasal 3

Registrasi Administratif

 

(1)   Registrasi Administratif dilaksanakan oleh Biro Administrasi Edukasi pad a setiap awal semester gasal, kecuali bagi mahasiswa yang mendapat ijin Rektor karena keadaan atau alasan tertentu dapat melaksanakan registrasi pada awal semester genap.

(2)   Registrasi Adminstratif pada awal semester genap hanya dilakukan oleh mahasiswa tertentu, yaitu :

a. Mahasiswa yang masa cuti akademiknya berakhir;

b. Mahasiswa yang telah memperoleh ijin mengikuti kuliah (aktif kembali);

c. Mahasiswa pindahan dan syarat registrasi administratif tercantum pad a penjelasan keputusan ini.

 

Pasal 4

Registrasi Akademik

(1)   Registrasi akademik adalah kegiatan mahasiswa untuk mendaftarkan diri menjadi peserta kuliah/praktikum/kegiatan lapangan yang ditawarkan pada semester yang bersangkutan dan dilaksanakan pada setiap awal semester.

(2)    Tatacara pelaksanaan regidtrasi akademik diatur oleh biro Administrasi Edukasi.

 

Pasal S

Mahasiswa Mangkir

 

(1)   Mahasiswa yang tidak melakukan registrasi akademik disebut mahasiswa mangkir. Semester mangkir diperhitungkan sebagai masa studio

(2)   Mahasiswa mangkir seperti yang diatur dalam Pasal 5 ayat (1) dalam 4 semester berturut-turut dinyatakan kehilangan statusnya sebagai mahasiswa UNTAG yang ditetapkan dengan keputusan rektor.

 

 

BAB III

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN SISTEM KREDIT SEMESTER

 

Pasal  6

Tujuan Sistem Kredit Semester

 

Tujuan Sistem Kredit Semester adalah :

a.      Memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

b.      Memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengambil mata kuliah - mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya, baik dalam satu fakultas maupun antar fakultas dan antar universitas yang direkomendasikan oleh program studio

 

Pasal7

Satuan Kredit Semester

(1)   Satu SKS beban akademik dalam bentuk kuliah setara dengan upaya mahasiswa yang meliputi keseluruhan tiga macam kegiatan per minggu selama satu semester.

(2) Satu SKS beban akademik dalam bentuk seminar dan kapita selekta yang mewajibkan mahasiswa memberikan penyajian pada forum sam seperti pada penyelenggaraan kuliah yaitu mengandung acara 50 menit tatap muka per minggu.                                                                                                 .

(3) Satu SKS beban akademik dalam bentuk penelitian dalam rangka penyusunan skripsi adalah beban tugas penelitian sebanyak 3 sampai 4 jam per minggu selama satu semester.

(4) Perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan program pendidikan menggunakan tolok ukur satuan kredit semester (SKS) sebagai beban akademik.

 

Pasal 8

Penyelenggaraan Pendidikan

(1)    Setiap akademik dibagi dalam dua semester yang masing­masing terdiri atas minimum 16 minggu yang dilaksanakan sesuai dengan kalender akademik universitas.

(2)    Kegiatan semester sisipan/pendek dapat diselenggarakan diantara semester genap dan semester gasal atau sebaliknya yang ekivalen dengan semester genap dan gasal sesuai dengan pengertian satuan kredit semester (SKS).

(3)    Penyelenggaraan administrasi akademik pada semester sisipan/pendek adalah sebagai berikut :

a. Digunakan untuk perbaikan nilai/mengulang dan bukan pengambilan mata kuliah baru.

b. Beban studi maksimum 10 SKS.

c. Perolehan nilai dan SKS digunakan untuk perhitungan beban studio

d. Berorientasi kepada kalender akademik yang berlaku. e. Tidak diperhitungkan dalam perhitungan lama studio

f. Pelaksanaan administratif (KRS, admintrasi keuangan dan lain-lain) dan operasional diserahkan kepada masing­masing fakultas dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia.

(4)   Besanya jumlah biaya yang harus dibayar oleh mahasiswa untuk mengikuti kegiatan semester sisipan/pendek ditetapkan Dekan setelah memperoleh persetujuan Rektor.

(5)   Penanggung jawab semester sisipan/pendek adalah Dekan atau Pembantu Dekan bidang akademik yang membentuk panitia/tim yang melibatkan unsur administrasi fakultas.

 

Pasal 9

Struktur Kurikulum

(1) Kurikulum yang menjadi dasar penyelenggaraan program sarjana dan program diploma terdiri atas :

a. Kurikulum Inti

b. Kurikulum Institusional.

(2) Kurikulum inti terdiri atas :

a. Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)

b. Kelompok Matakluliah Keilmuan dan Ketrampilan (NKK)

c. Kelompok Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB)

d. Kelompok Matakuliah Perilaku Berkarya (MKB)

e. Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)

(3)   Kurikulum inti program sarjana berkisar antara 40% - 80% dari jumlah SKS  kurikulum program sarjana.

(4)   Kurikulum inti program diploma sekurang-kurangnya 40% dari jumlah SKS kurikulum program diploma.

(5)   Kurikulum institusional  program sarjana dan    program diploma terdiri atas keseluruhan atau sebagian dari :

a. Kelompok MPK yang terdiri atas matakuliah yang relevan dengan tujuan pengkaryaan wawasan, pendalaman             intensitas, pemahaman dan penghayatan MPK inti.

b. Kelompok MKK yang terdiri atas matakuliah yang relevan untuk memperkuat penguasaan dan    memperluas wawasan kompetensi keilmuan atas dasar    keunggulan kompetitif serta komparatif penyelengaraan                       program studi bersangkutan.

c.     Kelompok MKB yang terdiri atas matakuliah yang relevan, bertujuan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan kompetensi keahlian dalam berkarya di masyarakat sesuai dengn keunggulan kompetitif serta komparatif penyelenggaraan program studi bersangkutan.

d.     Kelompok MPB yang terdiri atas matakuliah yang relevan bertujuan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan, perilaku berkarya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masyarakat untuk setiap program studi.

e.    Kelompok MPB yang terdiri atas matakuliah yang relevan dengan upaya pemahaman serta penguasaan ketentuan yang berlaku dalam berkehidupan di masyarakat, baik secara nasional maupun global, yang membatasi tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan keahliannya.

(6)   Kelompok MPK pada kurikulum inti yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/kelompok program studi terdiri atas matakuliah : Bahasa, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan.

 

(7)    Dalam Kelompok MPK secara institusional dapat termasuk' matakuiliah : Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IImu Budaya Dasar, IImu sosial Dasar, IImu Alamiyah Dasar, Filsafat IImu, Olah Raga dan sebagainya.

 

Pasal10

Dosen

 

Tugas dosen dalam bidang akademik meliputi:

(1) Perencanaan Perkuliahan :

a.   Merumuskan Tujuan Instruksional;

b.   Menyusun Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS)

c.    Menyusun Kontrak Perkuliahan;

d.   Membuat Satuan Acara Perkuliahan (SAP)

e.   Menyusun Buku Ajar. .

(2) Pelaksanaan perkuliahan meliputi :

a.      Mengajar di kelas antara lain; menjelaskan tujuan instruksional, menjelaskan materi perkuliahan, memberi contoh-contoh, memberi latihan dan tugas, menyediakan waktu bimbingan dan memberi umpan balik tugas serta memberikan perkuliahan sesuai jadwal.

b.     Menangani pertanyaan di kelas antara lain terdiri dari: meminta mahasiswa untuk bertanya, menjawab pertanyaan mahasiswa, memberi kesempatan mahasiswa untuk menjawab pertanyaan temannya.

c.      Menggunakan media dalam perkuliahan antara lain: papan tulis, white board. Over Head Projector (OHP), Liquid Cristal Display (LCD).

(3) Wajib melaksanakan perkuliahan sekurang-kurangnya 12           minggu atau 75% dari yang terjadwal.

(4)   Evaluasi perkulihan meliputi antaralain : penilaian hasil belajar termasuk ketepatan waktu penyerahan nilai dan pe,nilaian program perkuliahan.

(5)   Belajar sepanjang hayat antara lain meliputi : studi lanjut, pelatihan-pelatihan dalam bidang ilmu, melakukan penelitian dan lain-lain.

(6) Fungsi manajemen antara lain meliputi : mengatur alokasi waktu perkuliahan, menegakkan disiplin perkuliahan dan menginformasikan nilai tes/ujian/tugas pada mahasiswa.

 

Pasal 11

Tugas Dosen Wali

Tugas dosen wali :

(1)    Memberikan bimbingan dan nasi hat kepada mahasiswa baik diminta maupun tidak mengenai berbagai masalah yang dihadapi selama masa pendidikannya, menumbuhkan kebiasaan dan cara belajar yang efektif.

(2)   Menyetujui dan menandatangani Kartu Rencana Studi (KRS) yang telah disusun oleh mahasiswa.

(3)   Menandatangani Kartu Hasil Studi (KHS) atas nilai-nilai yang peroleh mahasiswa.

(4)   Menyiapkan KHS untuk dikirimkan kepada orang tua mahasiswa setiap akhir semester.

(5)   Mengisi kartu evaluasi individual (Individual record) yang            formatnya ditetapkan oleh fakultas masing-masing.

(6)   Mengevaluasi keberhasilan studi mahasiswa sesuai dengsan ketentuan tahapan evaluasi serta membuat laporan dan rekomendasi tentang mahasiswa yang perlu mendapat peringatan akademik dan yang tidak memenuhi persyaratan masing-masih tahap evaluasi kepada ketua program studi I jurusan dalamkaitannya dengan kemungkinan pemutusan studi yang diatur dalam pasal14.

(7)   Mengkonsultasikan mahasiswa ke Badan Konsultasi Mahasiswa (BKM) melalui prosedur yang berlaku seperti tersebut dalam pasal15, apabila :

a. Pada akhir semester kedua, Indeks, Prestasi Kumulatif yang                dicapai mahasiswa < 2,00, dan jumlah SKS < 2,5.

b. Pada akhir semester keeilam, apabila Indeks Prestasi Kumulatif yang dicapai mahasiswa < 2,00 dan jumlah SKS < 70.

 

Pasal 12

Beban, Masa Studi dan Penentuan Matakuliah

 

(1) a. Pendidikan program D III mempunyai beban studi 110­ - 120 SKS yang dijadwalkan untuk 6 (enam)   semester dan paling lama 10 (sepuluh) semester.

b. Program D IV berjenjang yang merupakan kelanjutan program D III mempunyai beban studi 40-50 SKS yang dijadwalkan untuk 3 (tiga) semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurang-kurangnya 3 (tiga) semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurang-kurangnya 3 (tiga) semester dan paling lama 5 (lima) semester.

c. Pendidikan program S1 mempunyai beban studi 144-160 SKS yang dijadwalkan untuk 8 (delapan) semester dan dapt ditempuh dalam waktu kurang dari 8 (delapan) semester dan paling lama 14 (empat belas) semester.

d. Pendidikan program S1 Estensi yang berasal dari SMU                 mempunyai beban studi 144-160 SKS yang dijadwalkan untuk 8 (delapan) 'semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 8 (delapan) semester dan paling lama 14 (empat belas) semester.

e. Pendidikan program S 1 Estensi yang berasal dari Program D III dan atau sarjana muda dan atau program sarjana yang telah mendapatkan 110 SKS mempunyai beban studi yang tergantung pad a penetapan hasil akreditasinya dan lama studi maksimal10 (sepuluh) semester.

f. Pendidikan program S 2  mempunyai beban studi sebesar 40 SKS yang dijadwalkan untuk empat semester dan dapat ditempuh kurang dari empat semester dan paling lama delapan semester.

(2) Beban studi setiap semester:

a. Pada semester pertama mahasiswa baru wajib mengambil paket beban studi maksimal 22 SKS.

b. Pada semester selanjutnya beban studi yang boleh diambil mahasiswa ditetapkan berdasarkan Indeks Prestasi (IP) yang dicapai pada semester sebelumnya, tanpa memperhitungkan nilai semester sisipan/pendek, dengan ketentuan sebagai berikut :

1) IP 3,00 boleh mengambil maksimal 24 SKS;

2) 2,50 IP 2,99 boleh mengambil maksimal 22 SKS

3) 2,00 IP 2,49 boleh mengambil maksimal20 SKS;

4) IP < 2,00 boleh mengambil maksimal18 SKS.

(3) Penentuan matakuliah :

a.     Penentuan matakuliah-matakuliah dalam Kartu Rencana Studi (KRS) untuk memenuhi jumlah kredit yang akan diambil pada awal setiap semester dilakukan oleh mahasiswa dengan persetujuan dosen waiL

b.     KRS yang telah disetujui oleh dosen wali harus diserahkan ke fakultas.

c.     Matakuliah-matakuliah dalan KRS yang telah didaftarkan dapat diganti dengan matakuliah lain atau dibatalkan.

d.    Penggantian suatu matakuliah dilakukan oleh mahasiswa dengan persetujuan dosen wali dalam waktu selambat­-lambatnya dua minggu setelah kegiatan perkuliahan dimulai.

e.    Pembatalan suatu matakuliah dilakukan oleh mahasiswa dengan persetujuan dosen wali selambat-Iambatnya pada akhir minggu ke enam setelah kegiatan dimulai.

 

Pasal 13

Penilaian Hasil Belajar

 

(1) Terhadap Kegiatan dan Kemajuan belajar mahasiswa dilakukan penilaian  berkala yang dapat berbentuk ujian, pelaksaan tugas dan pengamatan.

a. Ujian pada dasarnya dilaksanakan dalam bentuk ujian tertulis terdiri atas :

- Kuis/tes kecil/respon;

- Ujian tengah semster dan atau tentamen;

- Ujian akhir semester;

- Ujian praktikum

b. Ujian ligan terdiri atas ujian komprehensif atau ujian skripsi atau tugas akhir atau ujian karya tulis.

c. Penulisan skripsi dapat bersifat opsional/pilihan. Pengganti skripsi diatur

oleh    fakultas atau jurusan programstudi.

d. Penilaian hasil belajar dapat dilakukan dengan bentuk­   bentuk lain dengan

alasan    tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan.

(2) Sistem Penilaian

a. Jenis pe-hilaian dan cara melakukannya disesuaikan dengan sifat matakuliah.

b.  Nilai hasil belajar dinyatakandengan huruf dan nilai bobot sebagai berikut :

A = 4;  B = 3;  C = 2;  D = 1;  E = 0.

c.  Nilai tersebut pada sub-b dapat dijabarkan menjadi : A = 4,0; AB = 3,5;

B = 3,0     BC = 2,5     C = 2,0    CD = 1,5;     D = 1,0;        E = 0,0

d.    Nilai  hasil ujian   diumumkan secara terbuka.

e. Mahasiswa dimungkinkan untuk memperbaiki nilai hasil ujian di lain semester.

f. Jika karena suatu hal nilai belum dapat ditentukan, maka kepadanya diberikan nilai TL yang berarti tidak lengkap                                                               dengan bobot nol (0).

g.  Cara Penilaian

1) Penilaian dilakukan dengan menggunakan pen­dekatan kombinasi    Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan Penilaian Acuan Normal (PAN).

2) Penilaian kombinasi Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan Penilaian Acuan Normal (PAN) dilakukan dengan menerapkan kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) sebagai berikut :

a) TIU dan TIK telah dirumuskan secara baik dan benar;

b) TIU dan TIK dikomunikasikan kepada kelompok           dosen dan mahasiswa;

c) Dilakukan evaluasi sepanjang semester (continuous assessment);

d) Dilakukan upaya motivasi di pihak mahasiswa;

e) Dilakukan upaya pengayaan (enrichment) dalam perkuliahan;

f) Dilakukan evaluasi pencapaian TIU dan TIK.

g). Dosen diwajibkan menggunakan pendekatan kombinasi PAP dan PAN. Contoh penggunaan pendekatan tersebut tercantum pada penjelasan peraturan ini.

h). Tingkat Keberhasilan.

1)    Tingkat keberhasilan mahasiswa dalan satu semester       dinyatakan dengan Indeks Prestasi (IP)

2)  Dalam Perhitungan indeks prestasi, setiap matakuliah bobot SKSnya hanya satu kali dipergunakan sebagai pembagi dan nilai yang dipergunakan adalah nilai keberhasilan yang tertinggi.

3)    Perhitungan IP menggunakan rumus sebagai        berikut :

 

IIP = _KN

K

 

dengan K adalah besarnya SKS masing-masing matakuliah, dan N adalah nilai masing-masing matakuliah.

 

4)    Tingkat keberhasilan mahasiswa sejak semester pertama sampai dengan suatu semester tertentu dinyatakan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Perhitungan IPK menggunakan rumus seperti tersebut diatas dengan K adalah besarnya seluruh SKS matakuliah yang telah ditempuh dengan nilai tertinggi dan N adalah niali seluruh matakuliah yang diperoleh.

5)    Syarat ujian, jadwal ujian, keabsahan peserta ujian dan tat a tertib ujian tercantum pad a penjelasan keputusan ini.

 

Pasal 14

Evaluasi Kemajuan Studi Mahasiswa

(1) Evaluasi kemajuan program S1 reguler dan program ekstensi

dari sekolah menengah atas.

Untuk mengetahui kemajuan studi mahasiswa, pada setiap empat semester dilakukan evaluasi.

a. Kriteria evaluasi tiap tahapan sebagai berikut :

1. Bagi mahasiswa tahun akademik 2005/2006 dan sebelumnya: .

a) Empat semester pertama

Mampu mengumpulkan paling sedikit 45 SKS dengan IPK ≥2,00 Apabila mampu mengumpulkan > 45 SKS, tetapi IPK < 2,00 maka diambil nilai-nilai tertinggi sampai sejumlah 45 SKS dengan IPK ≥ 2,00

b) Empat semester kedua (semester kedelapan) Mampu mengumpulkan paling sedikit 100 SKS, tetapi IPK ≥ 2,00

Apabila mampu mengumpulkan' > 100 SKS, tetapi IPK < 2,00 maka diambil nilai-nilai tertinggi sampai sejumlah 100 SKS dengan IPK ≥2,00

c) Akhir Program

Selambat-Iambatnya pada akhir semester keempat belas, mahasiswa harus sudah mengumpulkan (Iulus) semua beban SKS yang ditetapkan untuk program sarjana (S1) dan IPK _ 2,00.

2. Bagi mahasiswa tahun akademik 2006/2007 dan seterusnya :

a) Empat semester pertama

* Mampu mengumpulkan paling sedikit 45 SKS dengan IPK ≥ 2,25

* Apabila mampu mengumpulkan > 45 SKS, tetapi IPK < 2,25 maka diambil nilai-nilai tertinggi sampai           sejumlah 45 SKS dengan IPK ≥2,25

b) Empat semester kedua (semester kedelapan).

* Mampu mengumpulkan paling sedikit 100 SKS dengan IPK ≥ 2,25

* Apabila mampu mengumpulkan > 100 skis, tetapi IPK < 2,25 maka diambil nilai-nilai tertinggi sampai      sejumlah 100 SKS dengan IPK≥2,25

c) Akhir Program

Selambat-Iambatnya pada akhir semester keempat belas, mahasiswa harus sudah mengumpulkan (Iulus) semua beban SKS yang ditetapkan untuk program sarjana (S1) dan IPK > 2,00.

b. Mahasiswa akan mendapatkan peringatan akademik apabila disangsikan dapat melalui tiap tahapan evaluasi.

c. Mahasiswa yang tidak dapat memenuhi kriteria setiap tahapan evaluasi tersebut dianggap tidak mampu mengikuti kegiatan-kegiatan akademiknya. Sehubungan dengan hal tersebut, Rektor menerbitkan surat keputusan menghentikan statusnya sebagai mahasiswa UNT AG setelah memperoleh bahan-bahan pertimbangan seperti diatur pada Pasal 11 butir 6.

d. Keberhasilan Menyelesaikan Studi Mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan program Sarjana (Iulus sarjana), yang dinyatakan dalam yudisium kelulusan apabila telah memenuhi persyaratan akademik sebagai berikut :

1.  Telah berhasil mengumpulkan sejumlah SKS yang ditetapkan di dalam   kurikulum program studi (termasuk di dalamnya ujian akhir program bagi fakultas yang menyelenggarakannya)

2. Telah memiliki sertifikat TOEFL dengan skor minimum 400 yang diperoleh dalam masa studi (bagi mahasiswa tahun akademik 2003/2004 dan seterusnya)

3.   IPK 2: 2,00

e. Sesuai dengan tuntutan spesifikasi program studi, fakultas dan atua program studi dapat menentukan nilai minimal       untuk matakuliah tertentu sebagai syarat lulus

f. Tanggal kelulusan adalah tanggal penetapan IPK akhir program.

 

(2)   Kriteria evaluasi kemajuan dan keberhasilan menyelesaikan studi program s1 ekstensi yang berasal dari D III ditetapkan oleh pengelola program S 1 ekstensi dengan memperhatikan norma-norma akademik yang berlaku dan akreditasinya.

(3)                  Evaluasi kemajuan studi mahasiswa program Diploma III.

Untuk mengetahui kemajuan studi mahasiswa, pada setiap tiga semester dilakukan evaluasi.

  1. Kriteria evaluasi tiap tahapan adalah sebagai berikut:
  2. Tiga semester pertama
    1. mampu mengumpulkan paling sedikit 30 SKS dengan IPK ≥ 2,00
    2. Apabila mampu mengumpulkan > 30 SKS, tetapi IPK < 2,00 maka diambil nilai-nilai tinggi sampai sejumlah 30 SKS
    3. Tiga Semester kedua
      1. mampu mengumpulkan paling sedikit 75 SKS dengan IPK ≥ 2,00
      2. Apabila mampu mengumpulkan > 75 SKS, tetapi IPK < 2,00 maka diambil nilai-nilai tinggi sampai sejumlah 75 SKS dengan IPK  ≥ 2,00
      3. Akhir program

Selambat-lambatnya pada akhir semester kesepuluh, mahasiswa harus sudah mengumpulkan (lulus) semua beban SKS yang ditetapkan untuk Program D III IPK  ≥2,00.

b.  Mahasiswa akan mendapatkan peringatan akademik apabila disangsikan dapat melalui tiap tahapan evaluasi.

c.     Mahasiswa yang tidak dapat memenuhi kriteria setiap tahapan evaluasi tersebut dianggap tidak mampu mengikuti kegiata-kegiatan akademiknya. Sehubungan dengan hal tersebut, rektor menerbitkan surat keputusan menghentikan statusnya sebagai mahasiswa UNTAG setelah memperoleh bahan-bahan pertimbangan seperti yang diatur pads Pasal 11 butir 6.

d.   Keberhasilan menyelesaikan studi.

Mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan program D III (lulus program D III), yang dinyatakan dalam yudisium kelulusan apabila telah memenuhi persyaratan akademik sebagai berikut :

  1. Telah berhasil mengumpulkan sejumlah SKS yang ditetapkan di dalam kurikulum program studi (termasuk di dalamnya ujian akhir program bagi fakultas yang menyelenggarakannya)

2.    IPK > 2,00

e. Tanggal kelulusan adalah tanggal penetapan IPK akhir program.

(4)  Evaluasi kemajuan studi mahasiswa Program D IV – bedenjang

Untuk mengetahui kemajuan studi mahasiswa, dilakukan evaluasi pada tiga semester pertama dan akhir program.

a. Kriteria evaluasi tiap tahapan sebagai berikut

1. Tiga semester pertama

  1. Mampu- mengumpulkan paling sedikit 30 SKS dengan IPK > 2,00
  2. Apabila mampu mengumpulkan lebih dari 30 SKS, tertapi IPK < 2,00 maka diambil nilai-nilai tertinggi sampai sejauh 30 SKS dengan IPK > 2,00

2. Akhir Program

Selambat-lambatnya pads semester kelima, mahasiswa harus sudah mengumpulkan (lulus) semua beban SKS yang ditetapkan untuk program D-IV beoenjang dan IPK > 2,00.

b.  Mahasiswa akan mendapatkan peringatan akademik apabila disanksikan dapat melalui tiap tahapan evaluasi.

c.   Mahasiswa yang tidak dapat memenuhi ketentuan evaluasi tersebut dianggap tidak mampu mengikuti kegiatan-kegiatan akademiknya. Sehubungan dengan hal tersebut, Rektor menerbitkan surat keputusan menghentikan statusnya sebagai mahasiswa UNTAG setelah memperoleh pertimbangan seperti pads Pasal 11 butir 6.

d.   Keberhasilan Menyelesaikan Studi

Mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan program D IV bedenjang (lulus D IV bedenjang), yang dinyatakan didalam suatu yudisium kelulusan apabila telah memenuhi persyaratan akademik sebagai berikut

1. Telah berhasil mengumpulkan sejumlah SKS yang ditetapkan di dalam kurikulum program studi (termasuk di dalamnya ujian akhir program bagi fakultas yang menyelenggarakannya)

2. IPK > 2,00

e.  Tanggal kelulusan adalah tanggal penetapan IPK program.

Pasal 15

Bimbingan dan Konseling

(1) Bimbingan dan konseling adalah proses pemberian bantuan dari seorang ahli kepada mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi secepatnya dan memeilih bidang tugas sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya.

(2) Bentuk pelayanan yang diberikan oleh bimbingan dan konseling dapat berupa

  1. Konseling pribadi berkaitan dengan masalah-masalah pribadi.
  2. Kpnseling pendidikan yang berkaitan dengan masalah akademik.
    1. Bimbingan karier mahasiswa ditujukan untuk membantu mahasiswa dalam memilih lapangan kerja Berta karier yang sesuai.
    2. d. Tes kepribadian yang meliputi integrasi Intellectual Qountien (IQ), Emotional Spirits/ Qountien (ESQ), Adversity Qountien (AQ).
      1. Bimbingan pemecahan permasalahan tertentu secara kelompok.

(3) Pelaksanaan bimbingan dan konseling di tingkat fakultas adalah dosen wall, konselor fakultas, atau Badan Konsultasi Mahasiswa Fakultas (BKMF) atau dirujuk langsung ke tingkat universitas.

Pasal 16

Predikat Kelulusan

(1)  Predikat kelulusan program sadana dan program diploma adalah sebagai berikut

INDEKS PRESTASI                                              PREDIKAT

2,00  -  2,75                                                           Memuaskan

2,76  -  3,50                                                           Sangat memuaskan

3,51- 4,00                                                       Dengan pujian (cumlaude)

(2)  Predikat kelulusan dengan pujian (cumlaude) ditentukan juga dengan memperhatikan mass studi maksimum, yaitu n tahun (mass studi tedadwal seperti diatur Pasal 12 ayat (1) ditambah satu tahun).

(3)  Predikat seorang lulusan yang tidak memenuhi ketentuan tersebut ayat (2) diturunkan Btu tingkat menjaddi sangat memuaskan.

(4)  Rektor memberikan penghargaan piagam kepada lulusan dengan predikat "dengan pujian (cumlaude)

(5)  Predikat kelulusan tidak diberikan kepada lulusan S-1 yang berasal dari lulusan program D III dan atau sarjana muds yang sejenis (lintas jalur).

Pasal 17

Penghentian Studi Sementara (Cuti Akademik)

 

(1) Mahasiswa yang merencanakan meghentikan studi untuk sementara waktu harus memenuhi ketentuan sebagai berikut

a. Program Sarjana (S1)

  1. Sudah mengumpulkan paling sedikit 45 SKS dan IPK > 2,00 (bagi jjmahasiswa tahun akademik 2005/2006 dan sebelumnya)
  2. Sudah mengumpulkan paling sedikit 45 SKS dan IPK > 2,25 (bagi mahasiswa tahun akademik 2006/2007 dan seterusnya)
  3. Mendapatijin tertulis dari Rektor.

b. Program S1 Ekstensi dari D III

  1. Sudah mengumpulkan paling sedikit 30 SKS dan IPK. 2,00
  2. Mendapat ijin tertulis dari Rektor

c. Program D III dan D IV

  1. Sudah mengumpulkan paling sedikit 30 SKS dan IPK > 2,00. khusus untuk program D IV Sudah mengikuti pendidikan semester pertama dengan IPK > 2,00
  2. Mendapat iji tertulis dari Rektor

(2) Mahasiswa yang terpaksa menghentikan studi untuk sementara karena halangan yang tidak dapat dihindarkan, yaitu :

a. Kecelakaan dengan melampirkan surat keterangan dari rumah sakit atau surat keterang yang dapat dipertanggungjawabkan.

b. Sakit lebih dari satu bulan dengan menunjukkan surat keterangan dari rumah sakit.

c. Melahirkan.

d. Faktor-faktor lain yang menyebabkan mahasiswa tidak dapat mengikuti kegiatan­kegiatan akademik selama satu bulan atau lebih, dapat mengambil cuti akademik dengan ketentuan telah memperoleh persetujuan dari Rektor.

(3)  Selama mass studi mahasiswa dapat menghentikan studi sementara maksimal 4 (empat) semester, dengan maksimal dua kali pengajuan, dengan tetap mempertimbangkan aspek akademik.

(4)   Ijin penghentian studi sementara tidak clibenarkan untuk semester yang lalu (tidak berlaku surut).

(5)   Masa penghentian studi sementara tidak cliperhitungkan dengan lama studi yang bersangkutan.

(6)  Tatacara pengajuan cuti akademik diatur dalam penjelasan keputusan Rektor.

 

 

Pasal 18

Akreditasi

  1. Mahasiswa baru yang diterima melelui seleksi penerimaan mahasiswa baru, tidak dibenarkan mendapat penetapan akreditasi atas matakuliah yang pernah ditempuh.
  2. Peraturan tentang akreditasi matakuliah yang pernah ditempuh mahasiswa pindahan, program ekstensi dan program lintas jalur/alihan program diusulkan oleh ketua jurusan atau program studi dan ditetapkan dengan Keputusan Dekan.

BAB IV
PELANGGARAN AKADEMIK

Pasal 19

Jenis Pelanggaran Akademik

a. Pelanggaran Akademik Ringan

(1)  Penyontekan

Barang siapa secara hukum dengan sengaja atau tidak, menggunakan atau mencoba menggunakan bahan-bahan informasi atau alat bantu studi lainnya tanpa ijin dari dosen yang bersangkutan dalam kegiatan ujian akademik.

(2) Perbantuan atau Percobaan Perbantuan Pelanggaran Akademik Ringan Barang siapa secara melawan hukum dengan sengaja atau tidak, membantu atau mencoba membantu menyediakan sarana atau prasarana yang dapat menyebabkan terjadinya Pelanggaran Akademik Ringan.

(3)  Penyertaan dalam Pelanggaran Akademik Ringan

Barang siapa secara melawan hukum dengan sengaja atau tidak, baik bekerja

(4)  Pelanggaran Administrasi dan Tata Tertib Ringan

Barang siapa secara melawan hukum dengan sengaja atau tidak, baik sendiri maupun bekerjasama melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan tats tertib dan administrasi yang dikeluarkan pihak fakultas dan atau program studi.

b. Pelanggaran Akademik Sedang

(1)  Perjokian

Barang siapa secara melawan hukum dengan sengaja atau tidak, menggantikan kedudukan atau melakukan tugas atau kegiatan untuk kepentingan orang lain, atas permintaan orang lain atau kehendak sendiri, dalam kegiatan akademik.

(2)  Plagiat

Barang siapa secara melawan hukum dengan sengaja atau tidak, menggunakan kalimat atau karya orang lain sebagai kalimat atau karya sendiri yang bertentangan dengan kaidah penulisan karya ilmiah yang berlaku atau secara melawan hukum.

(3)  Perbuatan atau Percobaan Perbantuan Pelanggaran Akademik Sedang

Barang siapa secara melawan hukum dengan sengaja atau tidak, membantu atau mencoba membantu menyediakan sarana atau prasarana yang dapat menyebabkan terjadinya pelanggaran akademik sedang.

(4) Penyertaan dalam Pelanggaran Akademik Sedang

Barang siapa secara melawan hukum dengan sengaja atau tidak, bekerja sama sendiri maupun bekeoasama melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan tata tertib dan administrasi yang dikeluarkan pihak Universitas.

 

c. Pelanggaran Akademik Berat

(1)  Pemalsuan

Barang siapa secara melawan hukum dengan sengaja atau tidak, tanpa ijin yang berwenang mengganti atau mengubah / memalsukan nama, tanda tangan, nilai atau transkrip, ijasah, kartu tanda mahasiswa, tugas-tugas, praktikum, keterangan, atau laporan dalam lingkup kegiatan akademik.

  1. Penyuapan

Barang siapa secara melawan hukum dengan sengaja atau tidak, mempengaruhi atau mencoba mempengaruhi orang lain dengan cars membujuk, memberi hadiah atau ancaman dengan maksud mempengaruhi penilaian terhadap prestasi akademiknya.

(3) Perbantuan atau Percobaan Perbantuan Pelanggaran Akademik Berat Barang siapa secara melawan hukum dengan sengaja atau tidak, membantu atau mencoba membantu menyediakan sarana atau prasarana yang dapat menyebabkan terjadinya Pelanggaran Akademik Berat.

(4)  Penyertaan dalam Pelanggaran Akademik Berat

Barang siapa secara melawan hukum dengan sengaja atau tidak, bekerja sama atau ikut serta melakukan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan terjadinya Pelanggaran Akademik Brat.

(5)  Pelanggaran Akademik dan Tata Tertib Berat

Barang siapa secara melawan hukum dengan sengaja atau tidak, balk sendiri maupun bekeda sama melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan tata tertib dan administrasi yang dikeluarkan Departemen Pendidikan Nasional.

  1. Tindakan Pidana yang diancam hukuman penjara 1 (satu) tahun atau lebih berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 20
Sanksi Terhadap Pelanggaran Akademik

(1) Sanksi Akademik Terhadap Mahasiswa

1. Sanksi terhadap Pelanggaran Akademik Ringan

a. Peringatan keras secara lisan oleh petugas ataupun tertulis oleh pimpinan fakultas/ketua jurusan/program studi/ketua bagian.

b. Pengurangan nilai ujian dan atau pernyataan tidak lulus pads matakuliah atau kegiatan akademik dilaksanakan oleh dosen pengampu yang bersangkutan atas permintaan pimpinan fakultas/ketua jurusan ataupun tidak

2.  Sanksi terhadap Pelanggaran Akademik Sedang

Dicabut hak/ijin mengikuti kegiatan akademik untuk sementara oleh pimpinan UNTAG paling lama 2 (dua) semester.

3.  Sanksi terhadap Pelanggaran Akademik Berat

Pemecatan atau dikeluarkan (dicabut status kemahasiswaannya secara permanen) oleh pimpinan UNTAG.

(2) Sanksi terhadap dosen dan atau tenaga administrasi ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Pasal 21
Prosedur Penetapan Sanksi

(1) Prosedur penetapan sanksi terhadap mahasiswa yang melakukan pelanggaran akademik ringan adalah sebagai berikut

  1. Penetapan bukti pelanggaran.
  2. Pengesahan oleh pars pihak yang berwenang.
  3. Penetapan sanksi olehdosen pengampu/ketua jurusan/ketua program studi.

(2) Prosedur penetapan sanksi terhadap mahasiswa yang melakukan pelanggaran akademik sedang dan berat adalah sebagai berikut :

  1. Dekan menunjuk Tim Pemeriksa untuk memeriksa dan mengumpulkan fakta/data/informasi terhadap dugaan tedadinya pelanggaran akademik sedang atau berat.

b. Tim Pemeriksa dalam rangka memeriksa dan mengumpulkan fakta/data/informasi mempunyai kewenangan untuk memanggil pihak-pihak yang terkait dan meminta data, bukti atas dugaan tedadinya pelanggaran akademik sedang dan atau berat.

  1. Hasil pemeriksaan Tim Pemeriksa terhadap dugaan tedadinya pelanggaran akademik sedang dan atau berat, diserahkan kepada Dekan Fakultas untuk kemudian disampaikan kepada Pimpinan Universitas.

d.  Pimpinan Universitas setelah memperhatikan, mempertimbangkan beriba acara hasil pemeriksaan dan pengumpulan fakta/data/informasi atas kasus tersebut, yang disusun oleh tim yang ditunjuk pimpinan fakultas clapat menyelenggarakan rapat khusus untuk menangani dugaan tedadinya pelanggaran akademik sedang dan atau berat.

  1. Rapat khusus tersebut dihadiri oleh :
  • Tim Penegak Disiplin Kampus (TPDK)
  • Pimpinan Fakultas
  • Mahasiswa yang bersangkutan dan dapat didampingi pendamping dan atau penasehat hukumnya
  • Tim yang dibentuk dari pimpinan fakultas dan
  • Penemu kasus
  1. Selama proses pemeriksaan dalam rapat khusus, mahasiswa yang diduga melakukan pelanggaran akademik sedang dan atau berat cliberikan hak untuk membela diri.
  2. Pembelaan diri yang dilakukan mahasiswa yang diduga melakukan pelanggaran akademik sedang dan atau berat dapat dilakukan oleh pendamping daan atau penasehat hukum.
  3. Berdasarkan hasil rapat khusus, pimpinan universitas dapat memutuskan penjatuhan sanksi terhadap mahasiswa yang bersangkutan dengan memperhatikan bobot atau jenis pelanggaran akaddemik dan sanksi yang dapat dikenakan.

3) Pengenaan sanksi akademik berat terhadap mahsiswayang melakukan pelanggaran akademik berat hanya dapat dilakukan setelah dilakukan pemberhentian sementara bagi yang bersangkutan.

Pimpinan Universitas dapat menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara paling lama 2 (dua) semester dan dihitung sebagai mass studi, dalam hal mahasiswa yang diduga melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 19 c ayat (6) menjalani masa penahanan dan atau telah mendapat Putusan Pengadilan Negeri yang amarnya menyatakan mahasiswa bersangkutan bersalah.

Dalam hal setelah sanksi pemberhentian sementara selesai dijalani, ternyata mahasiswa yang bersangkutan masih dalam mass penahanan, maka mass studi mahasiswa yang bersangkutan dibatalkan (sementara tidak dihitung) sampai ada Putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

,6)    Pengenaan sanksi akademik berat terhadap mahasiswa yang melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 19 C ayat (6) hanya dapat dikenakan setelah ada Putusan Pengadilan berkekuatan hukum tetap yang amarnya menyatakan mahasiswa bersangkutan bersalah dan dikenai pidana penjara.

,7)    Dalam hal mahasiswa yang diduga melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 19 C ayat (6) pads Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dihukum percobaan, maka mass studi selama yang bersangkutan ditahan dan atau diberhentikan sementara,tidak dihitung sebagai mass studi.

8)   Mahasiswa yang dikenakan sanksi karena melakukan pelanggaran akademik dalam segala tindakan, mempunyai hal untuk menyampaikan keberatan dalam segala tindakan, mempunyai hak untuk menyampaikan keberatan dan atau banding administratif, dengan tenggang waktu pengajuan 14 (empat betas) hari sejak diterimanya pemberitahuan Putusan Sanksi akademik dimaksud.

  1. Mahasiswa yang diperiksa karena diduga melakukan pelanggaran akademik berat, berhak untuk didampingi orang tua/wali dan atau penasehat hukumnya selama proses pemeriksaan berlangsung.
  2. Prosedur penetapan sanksi bagi dosen dan atau tenaga administrasi ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB V
PINDAH STUDI

Pasal 22
Pindah Studi di Lingkungan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

(1) Ketentuan Umum

  1. Telah mengikuti kegiatan akademik secara terus-menerus dengan mass studi sekurang-kurangnya 2 semester.
  2. Tidak karena melanggar tats tertib kehidupan kampus atau sebab lain yang sejenis.
  3. Lulus placement test dan tidak buta warna bagi fakultas/jurusan/program studi yang mensyaratkannya.
  4. Mendapat pertimbangan dari Badan Konsultasi Mahasiswa (BKM).
  5. Disetujui oleh fakultas melalui pertimbangan jurusan dan atau program studi asal.
  6. Disetujui oleh fakultas melalui pertimbangan jurusan dan atau program studi yang dituju dengan memp[erhatikan kemampuan days tampung dan atau hasil akreditasi matakuliah yang ditempuh dan atau sisa mass studi hanya diijinkan satu kali.
  7. Pindah studi hanya diijinkan satu kali.
  8. Mass studi mahasiswa pindahan tetap diperhitungkan dengan lama studi yang bersangkutan.

I   Pengajuan permohonan pindah studi diajukan selambat-lambatnya dua minggu sebelum  awal kuliah  semester gasal/genap  dimulai  sesuai  dengan  kalender  akademik.         permohonan yang melewati batas waktu tersebut, tidak akan diperhatikan/ditolak.

(2)  Pindah studi bagi mahasiswa ditetapkan edngan keputusan Rektor setelah memperoleh persetujuan dari fakultas/jurusan/program studi yang dituju.

(3)  Tatacara pengajuan permohonan pindah studi di lingkungan UNTAG tercantum pads penjelasan keputusan ini. 

 

Pasal 23
Pindah Studi dari Luar Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

(1)   Ketentuan Umum

a.   UNTAG memerima mahasiswa pindahan yang berasal dari universitas atau institusi negeri.

b.    Fakultas/jurusan/program studi/yang dituju sejenis dan sejalur dengan fakultas/jurusan/program studi yang dituju di lingkungan UNTAG dan dengan peringkat akreditasi BAN-PT yang setingkat atau lebih tinggi.

c.     UNTAG tidak menerima mahasiswa dari PTN lain yang sudah tidak memiliki status sebagai mahasiswa karena dikeluarkan/putus studi dari PTN lain tersebut.

d.    Lama studi dan jumlah kredit yang diperoleh di universitas/institut asal

  1. Untuk program S1, setelah mengikuti pendidikan secara terus-menerus dengan masa studi sekurang-kurangnya 4 semester dan paling lama sebanyak-banyaknya 8 semester, serta mengumpulkan kredit sekurang­kurangnya :

untuk 4 semester 72 SKS IPK > 3,00

untuk 6 semester 108 SKS IPK > 3,00

untuk 8 semester 135 SKS IPK > 3,00

  1. Untuk program Diploma, telah mengikuti pendidikan secara terus-menerus dengan mass studi sekurang-kurangnya 3 semester dan sebanyak­banyaknya 6 semester, serta telah mengumpulkan kredit sekurang­kurangnya :

untuk 3 semester 54 SKS IPK > 3,00

untuk 6 semester 102 SKS IPK > 3,00

Khusus untuk program Diploma IV tidak diperkenankan pindah program studi

  1. Lama studi pads fakultas/jurusan/program studi yang ditinggalkan tetap diperhitungkan dalam mass studi pads fakultas/jurusan/program studi UNTAG yang menerima pindahan.

e.   Tidak pernah melakukan pelanggaran tats tertib kehidupan kampus universitas atau fakultas atau sebab lain yang sejenis.

f.     Alasan pindah karena mengikuti orang tua/wali/suami/isteri dikuatkan dengan surat keterangan dari pihak yang berwenang.

g.    Sebagai utusn daerah/universitas/institut dikuatkan dengan surat usulan dari Pemda atau Rektor yang bersangkutan.

h.   Pengajuan permohonan pindah studi diajukan selambat-lambatnya dua minggu sebelum awal kuliah semester gasal dimulai sesuai kalender akademik. Permohonan yang melewati batas waktu yang ditentukan tidak akan diperhatikan atau ditolak.

  1. Ketentuan Khusus

Ditingkat fakultas diperlukan persyaratan khusus, dengan memperhatikan kemampuan days tampung pads fakultas/jurusan/program studi di lingkungan UNTAG dan atau akreditasi matakuliah dan atau sisa mass studi sesuai dengan ketentuan Pasal 12, 14 dan 18.

  1. Pindah studi mahasiswa ditetapkan dengan keputusan rektor setelah memperoleh persetujuan dari fakultas/jurusan/program studi yang dituju.
  2. Tata cars pengajuan permohonan pindah studi, tercantum pads penjelasan keputusan ini.
  3. Rektor dapat menetapkan lain diluar ketentuan tersebut  di atas dengan pertimbangan khusus.


BAB VI
WISUDA
Pasal 24
Penyelenggaraan, Persyaratan dan Upacara Wisuda

  1. UNTAG menyelenggarakan upacara wisuda sebanyak-banyaknya empat kali periode kelulusan dalam satu tahun.
  2. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dari suatu program pendidikan UNTAG wajib mengikuti upacara wisuda pads periode kelulusannya.
  3. Setiap lulusan wajib membayar biaya penyelenggaraan upacara wisuda yang besarnya ditetapkan Rektor.
    1. Semua peserta wisuda diwajibkan membayar uang sumbangan buku kepada UPT Perpustakaan melalui fakultas masing-masing, yang secara simbolik pads waktu upacara wisuda diserahkan wisuclawan kepada rektor.
    2. Tata ara dan syarat mengikuti wisuda, tercantum pads penjelasan keputusan ini.

 

Pasal 25
Wisudawan Terbaik,

  1. Wisudawan terbaik adalah lulusan dengan IPK yang tertinggi (minimal 3,00) dan lama studi terpendek (sebanyak-banyaknya lama penjadwalan program studi ditambah 2 semester bagi mahasiswa S 1 dan 1 semester lagi bagi mahasiswa D III).
  2. Perhitungan untuk menentukan "Wisudawan Terbaik" tercantum dalam penjelasan keputusan ini.
    1. Rektor memberikan penghargaan piagam kepada "Wisudawan Terbaik" dari setiap program studi dalam periode kelulusan.

BAB VII
PERSYARATAN BAGI WARGA NEGARA ASING YANG AKAN MENJADI
MAHASISWA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG

Pasal 26
Persyaratan bagi Warga Negara Asing (WNA) perseorangan

(1) Persyaratan Umum

Bagi WNA yang akan menjadi mahasiswa UNTA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Daftar riwayat hidup
    1. Fotocopi/salinan ijasah termasuk transkrip akademik.
    2. c. Surat keterangan jaminan selama mengikuti pendidikan di Indonesia berupa Bank Account
    3. Fotokopi paspor yang masih berlaku minimal 1 tahun.
    4. Surata pernyataan yang bersangkutan tidak akan bekerja selama belajar di Indonesia.
    5. Surat pernyataan yang bersangkutan akan mematuhi peraturan perundang­undangan yang berlaku di Indonesia.
    6. Pasfoto terbaru.
    7. Surat keterangan kesehatan dari institusi berwenang.

I   Untuk pelatihan/praktek keda selain harus mematuhi persyaratan pads butir (a) sampai dengan butir (h) tersebut diatas, juga harus melampirkan rekomendasi dari perguruan tinggi asal calon.

(2) Persyaratan Khusus :

  1. Bagi calon mahasiswa WNA yang akan mengikuti program S 1 di UNTAG, di samping harus mematuhi persyaratan umum tersebut pads ayat (1), juga harus lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru atau placement test, bagi WNA yang telah mengikuti pendidikan di perguruan tinggi negeri sekurang­kurangnya 3 (tiga) tahun. Untuk dapat mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru harus mendapatkan ijin dari Diden Dikti.
  2. Mematuhi peraturan/ketentuan-ketentuan yang berlaku di UNTAG.

(3) Prosedur dan tata cara permohonan bagi warga negara asing untuk menjadi mahasiswa UNTAG, tercantum pads penjelasan keputusan ini.

Pasal 27
Persyaratan Bagi Warga Negara Asing (WNA) Atas Dasar Kerjasama antar
Universitas/Pemerintah

Mahasiswa asing dimungkinkan mengikuti kegiatan akademik dalam jangka waktu tertentu setelah memenuhi persyaratan perjanjian yang berlaku di Indonesia dan

diselenggarakan atas dasar memorandum of understanding antar pemerintah (G to G) atau antar universitas (U to U).

Pasal 28
Status, Hak dan Kewajiban Mahasiswa WNA

(1) Calon mahasiswa asing yang aka mengikuti pendidikan di UNTAG balk secara perorangan(Pasal 26 ayat 1) maupun melalui kedasama antar universitas atau antar pemerintah (pasal 27), setelah memenuhi prosedur dan persyaratan tertentu dapat memiliki status :

  1. Sebagai mahasiswa aktif yang mengikuti penuh kegiatan pendidikan reguler, atau ;
  2. Sebagai mahasiswa pendengar yang tidak penuh mengikuti kegiatan pendidikan reguler, atau ;
  3. Sebagai mahasiswa yang melakukan penelitian atau mengikuti kegiatan belajar di lapangan dan sejenisnya dalam waktu relatif pendek kurang dari 1 (satu) semester.

(2) Calon mahasiswa tersebut Pasal 28 ayat (1), butir b dan c yang telahmendapatkan ijin dan telah memenuhi persyaratan tersebut pads Pasal 26 untuk mengikuti kegiatan di UNTAG wajib melaksanakan registrasi administrasi dan registrasi akademik.

(3) Calon Mahasiswa Asing tersebut pads Pasal 28 ayat (1), butir b dan c yang telah memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berlaku untuk mengikuti kegiatan akademik di UNTAG wajib melaksanakan registrasi administrasi.

Pasal 28
Status, Hak dan Kewajiban Mahasiswa WNA

(1) Calon mahasiswa asing yang aka mengikuti pendidikan di UNTAG balk secara perorangan(Pasal 26 ayat 1) maupun melalui kedasama antar universitas atau antar pemerintah (pasal 27), setelah memenuhi prosedur dan persyaratan tertentu dapat memiliki status :

  1. Sebagai mahasiswa aktif yang mengikuti penuh kegiatan pendidikan reguler, atau ;
  2. Sebagai mahasiswa pendengar yang tidak penuh mengikuti kegiatan pendidikan reguler, atau ;
  3. Sebagai mahasiswa yang melakukan penelitian atau mengikuti kegiatan belajar di lapangan dan sejenisnya dalam waktu relatif pendek kurang dari 1 (satu) semester.

 

(2)      Calon mahasiswa tersebut Pasal 28 ayat (1), butir b dan c yang telahmendapatkan ijin dan telah memenuhi persyaratan tersebut pads Pasal 26 untuk mengikuti kegiatan di UNTAG wajib melaksanakan registrasi administrasi dan registrasi akademik.

(3)      Calon Mahasiswa Asing tersebut pads Pasal 28 ayat (1), butir b dan c yang telah memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berlaku untuk mengikuti kegiatan akademik di UNTAG wajib melaksanakan registrasi administrasi.

BAB VIII
GELAR DAN SEBUTAN

Pasal 29

(1) Ketentuan Umum

  1. Gelar akademik untuk lulusan program sarjana.
  2. Sebutan profesional diberikan untuk lulusan progran diploma.
    1. Penggunaan gelar akademik untuk sadana dalam bentuk singkatan ditempatkan di belakang nama yang berhak atas gelar yang bersangkutan.
    2. Penggunaan sebutan profesional dalam bentuk singkatan ditempatkan di belakang nama yang berhak atas sebutan profesional yang bersangkutan.

(2) Syarat pemberian gelar dan sebutan

  1. Telah menyelesaikan semua kewajiban dan atau tugas yang dibebankan dalam mengikuti program sarjana atau program studi yang diikuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  2. Telah menyelesaikan kewajiban administrasi dan keuangan berkenaan dengan program studi yang diikuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Telah dinyatakan lulus

(3)  Jenis gelar akademik dan sebutan profesional berikut bidang keahlian serta singkatannya mengikuti SK Mendiknas yang berlaku

BAB IX
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 30

  1. Dengan berlakunya keputusan ini, peraturan akademik program sa0ana sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.
  2. Kurikulum sebelum tahun 2002 masih dapat diberlakukan bagi mahasiswa angkatan 2002/2003.

 

BAB X
PENUTUP

Pasal 31

  1. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan segala sesuatunya akan ditinjau dan diperbaiki sebagaimana mestinya apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan.
  2. Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan ditetapkan kemudian dengan keputusan sendiri.

Ditetapkan di         Semarang

Pada tanggal      Maret 2007 Rektor,

TTD

Wijaya, SH, M.hum NIP. 111.172